Paslon Walikota Subulussalam HRB Diminta Bersedia Minta Maaf Pada Masyarakat, RSUD Tanggapi Pernyataan Calon Walikota Ust. Rasyid yang Dinilai Tidak Berdasar

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 14 November 2024 - 09:09 WIB

40390 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, teropongbarat.co. Pernyataan yang disampaikan oleh salah satu pasangan calon Walikota, Ust. Rasyid, pada debat publik yang digelar oleh KIP Kota Subulussalam beberapa hari lalu terkait dengan insiden pasien yang diduga meninggal dunia akibat mati genset di RSUD, mendapat tanggapan keras dari pihak rumah sakit. Pihak RSUD menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan tidak benar.

“Kami merasa nama baik RSUD dicemarkan dengan pernyataan yang tidak akurat tersebut. Kami meminta Pak Rasyid untuk menarik pernyataannya dan meminta maaf, karena hal itu sama sekali tidak benar. Kami pun sudah melakukan konfirmasi secara berulang kali untuk memvalidasi data dengan pihak pelayanan, dokter Spesialis Bedah dan dokter gigi. Ujar Humas RSUD, Nurdin.

Kemudian insiden yang disebutkan oleh Ust. Rasyid yang menyampaikan bahwa ada pasien meninggal pada saat operasi gigi yang disebabkan oleh matinya genset pada saat operasi berlangsung. ini adalah isu liar yang dikembangkan oeh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sejauh ini belum ada tindakan operasi gigi yang dilakukan di RSUD Kota Subulussalam. Karena tindakan hanya bisa dilaksanakan oleh dokter spesialis gigi. Dan faktanya RSUD kita belum tersedianya dokter spesialis tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan isu kedua yang dilontarkan berkaitan meninggalnya bayi karena kekurangan oksigen. Ini juga isu liar akibat pemahaman ustad tentang kesehatan yang belum komprehensive. Setelah kami telusuri dan mungkin ini yang dimaksud beliau. Setelah dikonfirmsi kepada dokter spesialis anak dan dokter spesialis obgyn kemungkinan yang dimaksud beliau adalah Hipoksia (sebuah kondisi yang terjadi karena kurangnya oksigen dalam sel dan jaringan tubuh) sehingga dapat menggangu sistem pernafasan. Hipoksia ini bisa juga dijelaskan kekurangan oksigen yang terjadi sebelum, selama, atau setelah proses melahirkan. Hipoksia dapat menyebabkan cedera otak yang serius, seperti kelumpuhan otak, kehilangan pendengaran, dan cacat intelektual serta menyebabkan kematian. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipoksia pada bayi baru lahir, antara lain bayi lahir sebelum 37 minggu (prematur). Jika bayi tersebut bisa diselamatkan dalam proses persalinan maka akan mengalami asfiksia. Asfiksia terjadi karena kurangnya aliran darah ataupun pertukaran gas dari atau ke janin pada bayi baru lahir.

RSUD mengingatkan juga menghimbau bahwa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat merugikan banyak pihak, terutama dalam situasi yang sangat sensitif terkait kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Sebagai lembaga pelayanan publik, kami berharap semua pihak berhati-hati dalam menyampaikan informasi. Jangan sampai berita yang tidak terkonfirmasi kebenarannya, atau bahkan hoax, menyebar begitu saja. Tambah Nurdin

Manajemen Pelayanan RSUD juga meminta agar masyarakat dan pihak-pihak terkait melakukan pengecekan langsung terhadap fakta yang ada sebelum menyebarkan informasi. Hal ini penting untuk menjaga agar isu-isu yang beredar tidak merusak citra lembaga kesehatan yang sudah berusaha memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.[] Anton Tinendung@
Sumber Humas | Manajemen Pelayanan RSUD Kota Subulussalam

Berita Terkait

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah
Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak
Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat
Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?
Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:15 WIB

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Selasa, 21 April 2026 - 10:59 WIB

Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

Senin, 20 April 2026 - 02:10 WIB

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?

Jumat, 17 April 2026 - 21:22 WIB

Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat

Jumat, 17 April 2026 - 16:46 WIB

Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas

Kamis, 16 April 2026 - 21:41 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 17:41 WIB

Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades

Berita Terbaru