Dugaan Pungli Pajak Tahunan di Subulussalam: Pedagang Kecil Teriak Terbebani, Oknum Diduga Bermain Mata

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 6 Mei 2025 - 13:28 WIB

40158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh teropongbarat.co. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di lingkungan pajak harian Kota Subulussalam, Aceh. Kali ini, para pedagang kecil menjadi korban, merasa terbebani oleh pungutan tahunan yang dianggap tak wajar dan sarat penyimpangan.(06/05).

Pedagang kaki lima yang berjualan di emperan jalan mengaku diminta membayar retribusi tahunan sebesar Rp250.000, meski hanya berjualan sekali seminggu dan tidak memiliki bangunan permanen. Mereka menilai pungutan tersebut tidak berdasar dan merusak semangat berusaha di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Kalau untuk biaya kebersihan dan retribusi mingguan sesuai Perda, kami bisa terima. Tapi ini tahunan, padahal hanya jualan di emperan,” ungkap seorang pedagang yang meminta namanya tidak disebutkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyebut sudah rutin membayar retribusi mingguan, namun tetap dikenakan pungutan tahunan tanpa kejelasan dasar hukum. Hal ini memunculkan dugaan adanya permainan oknum petugas yang memanfaatkan celah untuk keuntungan pribadi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Subulussalam, H. Junipar, S.Sos., saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban tegas. Ia hanya menyarankan agar media menanyakan langsung kepada pihak yang menunjukkan kwitansi.

“Kalau dari Dinas, tidak ada yang disarankan melakukan pungli. Siapa yang berbuat, tentu dia yang bertanggung jawab,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Hasan, yang disebut-sebut sebagai pengelola pasar, memberikan pernyataan yang justru menambah kecurigaan publik. Ia mengaku akan menunggu “temannya dari luar kota” untuk menjelaskan kwitansi pungutan yang atas namanya, tanpa memberikan penjelasan rinci.

Situasi ini memicu desakan dari masyarakat agar Pemerintah Kota Subulussalam segera mengambil langkah tegas. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak dan retribusi dinilai sangat penting untuk mencegah kebocoran pendapatan daerah sekaligus melindungi pedagang kecil.

Pihak aparat penegak hukum (APH) juga diharapkan turun tangan menyelidiki dugaan pungli ini hingga tuntas dan memberikan sanksi kepada oknum yang terbukti terlibat. Tanpa tindakan nyata, praktik semacam ini dikhawatirkan akan terus mencederai kepercayaan publik dan melemahkan perekonomian lokal.//Inv tim**

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:04 WIB

Babinsa Bonto Rita Pantau Kondisi Tanaman Padi Terdampak Kekeringan

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Berita Terbaru