Auditor Inspektorat Subulussalam Dianggap Impoten, Dugaan Mark Up Pelatihan Rp 1,2 Miliar, Hak Auditor Harus Dicabut!

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 8 Mei 2025 - 15:16 WIB

40455 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Subulussalam, Aceh – Kasus dugaan korupsi kembali mengguncang Kota Subulussalam. Kali ini, sorotan tertuju pada lemahnya kinerja Inspektorat dalam menangani dugaan mark-up anggaran pelatihan pertukangan dan kelistrikan di Medan senilai Rp 2,4 miliar. Diduga, terjadi mark-up hingga Rp 1,2 miliar dalam program yang diikuti 164 peserta dari 82 desa tersebut. Kejanggalan yang ditemukan semakin menguatkan kecurigaan atas inkompetensi auditor Inspektorat dan dugaan pembiaran dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Kejanggalan yang Mencurigakan dan Dugaan Mark-Up:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah kejanggalan terungkap dalam investigasi awal: peserta tidak relevan (termasuk kepala desa, BPK, oknum wartawan, dan warga non-desa), materi pelatihan yang tidak jelas, proses yang tidak transparan (tanpa musdes atau musrembang), ketidaktahuan Kepala Dinas, dan aktivitas mencurigakan sejumlah kepala desa selama pelatihan (di tempat hiburan malam).

Analisis rinci menunjukkan dugaan mark-up mencapai Rp 1,208,9 miliar, berdasarkan selisih antara anggaran yang digunakan (Rp 2,4 miliar) dan perhitungan biaya yang diklaim (Rp 1,191,1 miliar). Rincian biaya yang diklaim meliputi uang saku & transportasi (Rp 147,6 juta), uang kamar (Rp 20,5 juta), peralatan pelatihan (Rp 984 juta), honor instruktur (Rp 14 juta), keuntungan penyelenggara (Rp 100 juta), dan biaya tak terduga (Rp 25 juta).

Inspektorat Impoten, Tuntutan Pencabutan Hak Auditor:

Yantoro dari Aktivis Kota Subulussalam mengecam keras kinerja Inspektorat yang dinilai impoten. Ia mendesak pencabutan hak auditor Inspektorat dan menyerukan penyelidikan menyeluruh atas dugaan keterlibatan pihak-pihak lain, termasuk dugaan program titipan ke Dana Desa senilai lebih dari Rp 9 miliar. Yantoro menegaskan tuntutannya agar semua pihak yang terlibat, termasuk di luar kepala desa, diproses secara hukum.

APH Diduga Tutup Mata:

Meskipun masyarakat dan LSM telah melaporkan dugaan korupsi ini, Kejaksaan Negeri Subulussalam dan Inspektorat Kota Subulussalam dinilai lamban dan bungkam. Publik mendesak APH untuk segera bertindak tegas, mengungkap dalang di balik dugaan korupsi berjamaah ini, dan memberikan sanksi tegas terhadap oknum yang terlibat. Kasus ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya pengawasan yang ketat terhadap penggunaan anggaran publik di Kota Subulussalam. (Tim Inv)

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:04 WIB

Babinsa Bonto Rita Pantau Kondisi Tanaman Padi Terdampak Kekeringan

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Berita Terbaru