Gawat! Mafia Tanah Diduga Libatkan Oknum TNI di Lahan Adat Kemukiman Binanga, Subulussalam

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 23 Mei 2025 - 00:59 WIB

40848 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh – Ketegangan memuncak di Kecamatan Runding, Kota Subulussalam. Penggarapan lahan secara liar di wilayah Kemukiman Binanga yang diduga dimanfaatkan oleh mafia tanah, hampir berujung bentrok antara warga dan para penggarap. Insiden ini terjadi pada 22 Mei 2025, saat upaya penempatan tapal batas lahan masyarakat tiga desa, dihalangi oleh para penggarap liar.

Warga tiga desa di Kecamatan Runding mengungkapkan kekhawatiran mereka atas aktivitas ilegal ini. Menurut Jarkasih, Kepala Kampung Binanga, berulang kali telah dilakukan musyawarah untuk mencegah penggarapan dan penjualan lahan masyarakat adat tiga desa tersebut. Namun, upaya itu diabaikan. Lahan ini merupakan hak milik masyarakat adat tiga desa di Kemukiman Binanga dan seharusnya dilindungi.

Dugaan keterlibatan mafia tanah semakin menguat dengan munculnya nama seorang anggota TNI berinisial Saragih. Tokoh masyarakat setempat menuding Saragih sebagai dalang di balik penggarapan liar ini, dengan memanfaatkan sejumlah penggarap untuk membuka lahan perkebunan tanpa sepengetahuan pemerintah kampung dan komunitas adat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mafia tanahnya seorang anggota TNI. Kami akan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, termasuk Danpom 2/3 dan Denpom Meulaboh,” tegas tokoh masyarakat tersebut. Laporan juga akan disampaikan kepada Wali Nanggroe Aceh, Pangdam Iskandar Muda, dan Gubernur Aceh.

Tamrin Barat, Kepala Kemukiman Binanga, menambahkan bahwa musyawarah Pekat Kemukiman Binanga akan segera digelar untuk mengeluarkan rekomendasi tegas. Ia mengecam tindakan para penggarap liar yang dinilai telah mengabaikan kesepakatan musyawarah desa dan melanggar hak-hak masyarakat adat. Hasil musyawarah ini akan disampaikan langsung kepada Wali Nanggroe di Banda Aceh.

Kejadian ini menyoroti pentingnya perlindungan lahan adat dan penegakan hukum terhadap praktik mafia tanah yang merugikan masyarakat. Pihak berwajib diharapkan segera menindaklanjuti laporan ini dan memberikan keadilan bagi masyarakat adat Kemukiman Binanga.(*).

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:04 WIB

Babinsa Bonto Rita Pantau Kondisi Tanaman Padi Terdampak Kekeringan

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Berita Terbaru