Rakor Pakem Subulussalam 2025: Merawat Kebinekaan, Menjaga Rumah Bersama

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 08:57 WIB

40115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM | Di tengah derasnya arus informasi, perubahan sosial, dan bayang-bayang penyusupan paham menyimpang, Kota Subulussalam menunjukkan bahwa langkah antisipatif lebih penting dari penindakan. Kamis, 24 Juli 2025, Aula Kantor Camat Penanggalan menjadi saksi komitmen kolektif berbagai unsur dalam menjaga kebersamaan dan ketertiban, melalui Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) tahun 2025.

Forum ini dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Subulussalam, Delpiandi, SH. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pakem bukanlah instrumen kekuasaan untuk mengekang, tetapi ruang untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan terhadap ketertiban umum dan kerukunan umat. Upaya pengawasan aliran kepercayaan, menurutnya, adalah bagian dari kerja kolektif membangun ruang hidup yang aman, terbuka, dan toleran.

Rapat ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah refleksi atas tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa dalam merawat persatuan, dengan pendekatan persuasif, dialogis, dan berlandaskan semangat kebangsaan. “Kita tidak bisa menjaga bangsa ini sendiri,” ujar Delpiandi. “Diperlukan kerja sama seluruh elemen, dari ulama hingga kepala kampong, dari tokoh gereja sampai aparat keamanan.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran berbagai unsur memperkuat pesan kebersamaan itu. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Subulussalam, Chairunnas, SE, Camat Penanggalan Cari Dengan Bancin, Kasat Intelkam Polres Subulussalam AKP Fajar, perwakilan Kodim 0118, 13 kepala kampong, serta utusan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan perwakilan gereja Katolik serta GKPPD hadir dan duduk sejajar dalam forum tersebut.

Chairunnas dalam pernyataannya menggarisbawahi pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa melalui penguatan pengawasan terhadap aliran kepercayaan dan aliran keagamaan. Sementara itu, tokoh FKUB yang hadir menegaskan bahwa pemahaman utuh terhadap kebangsaan dan agama harus menjangkau hingga pelosok dusun, bukan hanya dipusatkan pada kota. “Kita bukan hanya menjaga umat masing-masing, tapi juga menjaga Subulussalam sebagai rumah bersama,” katanya.

Kegiatan ini juga meneguhkan pluralitas Kota Subulussalam sebagai kekuatan, bukan ancaman. Di tengah meningkatnya potensi gangguan ideologis dan aliran kepercayaan yang tak sejalan dengan konstitusi, peran aktif masyarakat kampong menjadi kunci pengawasan yang efektif dan cepat. Camat Penanggalan, dalam pembukaan dan penutupan rakor, menekankan bahwa menjaga ideologi bangsa harus dimulai dari desa, dari program-program kecil yang menanamkan cinta tanah air dan nilai Pancasila.

Ketua FKUB Kota Subulussalam, Haji Karlinus, menegaskan bahwa tindakan pengawasan Pakem sejatinya dimulai dari tingkat paling bawah. “Informasi awal yang kita dapatkan dari desa adalah kunci untuk mengambil langkah yang tepat. FKUB berharap seluruh pihak, baik tokoh agama, aparat, maupun masyarakat, aktif menjaga harmoni dan kerukunan umat beragama,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia tidak hanya tugas negara, tetapi panggilan hati setiap warga. Subulussalam, melalui Rakor Pakem, menunjukkan bahwa keberagaman bisa dirawat, perbedaan bisa disatukan, dan kerukunan bisa ditegakkan—selama ada komitmen dan keberanian untuk mendengarkan serta bersikap terbuka.

Di kota yang dikelilingi hutan, sungai, dan pegunungan itu, toleransi dibangun bukan dari podium, tetapi dari ruang dialog, dari hati yang terbuka, dan dari pemahaman bahwa Indonesia bukan milik satu golongan, melainkan rumah bersama yang harus dijaga utuh—dari kampong hingga negara.(Anton Tin)

Berita Terkait

Analisa Dampak Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan di Subulussalam
PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan
Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin
PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib
Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:03 WIB

Menyemai Harapan di Puncak Puthuk Sempu: Komnas PPLH Jawa Timur Perkuat Komitmen Pelestarian Alam di Hari Lingkungan Hidup Sedunia  

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:39 WIB

VIRAL DI MEDIA SOSIAL IWO INDONESIA DAN PLT BUPATI BEKASI DIKABARKAN BERDAMAI SOAL APA?

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:22 WIB

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Berita Terbaru