PT Asdal Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Anak Yatim dilaporkan ke Polres Subulussalam

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 11 Agustus 2025 - 23:02 WIB

40113 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Tiga anak yatim di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, menjadi korban dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum karyawan PT Asdal. Peristiwa yang mencabik rasa kemanusiaan ini dilaporkan ke Polres Subulussalam, Senin (11/8/2025), oleh para korban dengan pendampingan orang tua dan LSM Suara Putra Aceh.

Keterangan yang dihimpun dari korban dan saksi menyebut, kejadian bermula saat ketiga bocah itu dituduh mengambil brondolan sawit di area perkebunan perusahaan. Tuduhan itu berujung pada tindakan yang tidak hanya memalukan, tapi juga melukai harga diri korban. Asisten kebun dan seorang satpam, yang diduga menjadi pelaku, memaksa mereka saling berkelahi, menanggalkan pakaian, lalu berlari telanjang di sekitar kebun. Aksi ini direkam, disaksikan, dan dijadikan bahan ejekan para pelaku—meninggalkan trauma yang dalam bagi anak-anak yang seharusnya dilindungi, bukan dipermalukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban yang masih berusia belia—IRF (13), RAF (14), dan MR (15)—merupakan anak-anak yatim yang tumbuh tanpa kehadiran ayah. Mereka hidup di tengah keterbatasan, di desa yang menggantungkan harapan pada lahan dan kebun, bukan pada penghinaan. Bagi mereka, kehilangan orang tua adalah luka yang tidak pernah sembuh; pelecehan yang dialami kini menambah beban luka itu.

Kabar kejadian ini memicu gelombang kemarahan warga Lae Langge dan aktivis setempat. Pimpinan LSM Suara Putra Aceh, yang mendampingi korban, mengecam tindakan para pelaku dan menyatakan akan mengawal kasus ini hingga ke meja hijau. “Kami akan memastikan korban mendapat pendampingan psikologis dan hukum,” ujarnya dengan nada tegas.

Kanit Reskrim Polsek Sultan Daulat, Ipda Adi Prayudi, SH, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan pihaknya telah mengarahkan korban melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Subulussalam untuk penanganan lebih lanjut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Asdal memilih bungkam. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp tak berbalas, meninggalkan kesan seolah mereka menutup mata terhadap kasus yang mencoreng nama perusahaan.

Warga setempat menuntut agar pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum. Mereka menegaskan bahwa pemulihan psikologis dan dukungan ekonomi untuk korban adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Bagi mereka, ini bukan sekadar kasus pidana, tapi ujian moral bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

Tindakan pelecehan yang dialami anak-anak itu jelas melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pasal 58 ayat (1) dan Pasal 65 menyatakan anak berhak dilindungi dari segala bentuk kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi. Pelanggaran terhadap pasal-pasal itu bukan sekadar kesalahan administratif—ia adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang menuntut penindakan tegas.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia usaha di Subulussalam. Keuntungan ekonomi tidak bisa dijadikan tameng untuk menginjak martabat manusia. Di tengah deru mesin dan hitung-hitungan laba, ada anak-anak yatim yang menangis karena harga diri mereka dicabik. Di negeri yang mengaku menjunjung hukum, pelecehan terhadap anak seharusnya tidak hanya diusut—ia harus dipastikan tidak pernah terulang//@

Berita Terkait

Analisa Dampak Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan di Subulussalam
PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan
Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin
PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib
Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:03 WIB

Menyemai Harapan di Puncak Puthuk Sempu: Komnas PPLH Jawa Timur Perkuat Komitmen Pelestarian Alam di Hari Lingkungan Hidup Sedunia  

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:39 WIB

VIRAL DI MEDIA SOSIAL IWO INDONESIA DAN PLT BUPATI BEKASI DIKABARKAN BERDAMAI SOAL APA?

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:22 WIB

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Berita Terbaru