Konsumen di Aceh Tenggara Keluhkan Dugaan Kecurangan Pengisian BBM di SPBU Kampung Melayu

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 02:26 WIB

40296 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Teropong Barat  – Sejumlah konsumen bahan bakar minyak (BBM) kembali menyuarakan keluhan terkait pengisian BBM di salah satu SPBU di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara. Pengisian yang dilakukan di SPBU Kampung Melayu diduga tidak sesuai antara nominal rupiah yang dibayarkan dengan jumlah liter BBM yang seharusnya diterima.

Keluhan ini muncul dari konsumen yang merasa jumlah liter BBM yang diisikan tidak sesuai dengan nilai pembayaran. Masyarakat menyebut bahwa mereka meminta pengisian BBM berdasarkan jumlah liter, namun operator SPBU justru melakukan pengisian berdasarkan nominal rupiah.

“Beberapa kali saya minta diisi satu liter, tapi tidak pernah diberi sesuai satuan liter. Mereka hanya tanya ‘berapa rupiah?’ bukan ‘berapa liter?’. Itu membuat kami ragu dengan keakuratan isian,” ungkap salah satu konsumen kepada wartawan, Selasa (15/10/2025). Sang narasumber menolak disebutkan identitasnya, namun menyatakan kesiapannya memberikan keterangan resmi apabila diperlukan, bahkan di hadapan hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perbedaan terasa signifikan, terutama saat meminta pengisian bahan bakar jenis Pertalite sebesar Rp10.000. Ia meyakini bahwa takaran yang masuk ke tangki kendaraannya tidak sampai satu liter. Kecurigaan semakin menguat karena menurutnya, pompa BBM di SPBU tersebut tidak lagi menggunakan panel monitor digital—yang biasanya menunjukkan dengan jelas jumlah liter dan harga—melainkan hanya memasukkan angka berdasarkan perkiraan nominal rupiah.

“Pernah sekali saya minta pakai satuan liter, tapi saat operator menekan tombol ‘L’ (liter), monitor langsung error dan akhirnya dimatikan. Ini aneh dan menimbulkan tanda tanya besar,” tambahnya.

Beberapa pelanggan lain membenarkan adanya kejadian serupa di SPBU tersebut. Mereka menilai kurangnya transparansi dalam pengisian menimbulkan kecurigaan bahwa alat ukur pompa BBM telah dimodifikasi atau diutak-atik.

Menanggapi keluhan tersebut, masyarakat meminta aparat penegak hukum (APH) maupun instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta PT Pertamina, untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung terhadap akurasi takaran BBM dan kondisi pompa di SPBU Kampung Melayu.

“Kalau ini benar adanya, masyarakat jelas dirugikan. Jangan sampai aparat tutup mata. Ini menyangkut hak konsumen dan bisa berakibat pada kepercayaan publik terhadap lembaga penyedia bahan bakar,” kata warga lainnya.

Keluhan ini menjadi sorotan serius di tengah meningkatnya kebutuhan BBM dan situasi ekonomi masyarakat yang semakin sensitif terhadap harga. Penelusuran dan pengawasan terhadap SPBU, khususnya di wilayah pelosok atau daerah kabupaten, dinilai menjadi urgent untuk memastikan tidak ada permainan sistem yang dapat merugikan masyarakat luas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pengelola SPBU Kampung Melayu maupun dinas terkait mengenai dugaan kecurangan tersebut.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

LP2iM Agara Desak Kejati Aceh Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Silayar
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Mabes Polri Diminta Selidiki Legalitas Material Galian di Proyek PT Horas di Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
CMA Batch 19: Melahirkan Profesional Akuntansi Manajemen Berkelas Dunia
Dana Iklan Diskominfo Aceh Tenggara Disorot, Pemda Diminta Transparan Soal Kerja Sama Media

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:01 WIB

Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan

Sabtu, 5 September 2026 - 22:55 WIB

Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga

Sabtu, 5 September 2026 - 02:58 WIB

Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 23:55 WIB

Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam

Rabu, 2 September 2026 - 22:54 WIB

Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Open Turnamen Bola Voli CV Tumangger Cup I: Adu Prestasi, Pererat Silaturahmi

Berita Terbaru