Dugaan Pungli Pajak Tahunan di Subulussalam: Pedagang Kecil Teriak Terbebani, Oknum Diduga Bermain Mata

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 6 Mei 2025 - 13:28 WIB

40136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh teropongbarat.co. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di lingkungan pajak harian Kota Subulussalam, Aceh. Kali ini, para pedagang kecil menjadi korban, merasa terbebani oleh pungutan tahunan yang dianggap tak wajar dan sarat penyimpangan.(06/05).

Pedagang kaki lima yang berjualan di emperan jalan mengaku diminta membayar retribusi tahunan sebesar Rp250.000, meski hanya berjualan sekali seminggu dan tidak memiliki bangunan permanen. Mereka menilai pungutan tersebut tidak berdasar dan merusak semangat berusaha di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Kalau untuk biaya kebersihan dan retribusi mingguan sesuai Perda, kami bisa terima. Tapi ini tahunan, padahal hanya jualan di emperan,” ungkap seorang pedagang yang meminta namanya tidak disebutkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyebut sudah rutin membayar retribusi mingguan, namun tetap dikenakan pungutan tahunan tanpa kejelasan dasar hukum. Hal ini memunculkan dugaan adanya permainan oknum petugas yang memanfaatkan celah untuk keuntungan pribadi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Subulussalam, H. Junipar, S.Sos., saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban tegas. Ia hanya menyarankan agar media menanyakan langsung kepada pihak yang menunjukkan kwitansi.

“Kalau dari Dinas, tidak ada yang disarankan melakukan pungli. Siapa yang berbuat, tentu dia yang bertanggung jawab,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Hasan, yang disebut-sebut sebagai pengelola pasar, memberikan pernyataan yang justru menambah kecurigaan publik. Ia mengaku akan menunggu “temannya dari luar kota” untuk menjelaskan kwitansi pungutan yang atas namanya, tanpa memberikan penjelasan rinci.

Situasi ini memicu desakan dari masyarakat agar Pemerintah Kota Subulussalam segera mengambil langkah tegas. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak dan retribusi dinilai sangat penting untuk mencegah kebocoran pendapatan daerah sekaligus melindungi pedagang kecil.

Pihak aparat penegak hukum (APH) juga diharapkan turun tangan menyelidiki dugaan pungli ini hingga tuntas dan memberikan sanksi kepada oknum yang terbukti terlibat. Tanpa tindakan nyata, praktik semacam ini dikhawatirkan akan terus mencederai kepercayaan publik dan melemahkan perekonomian lokal.//Inv tim**

Berita Terkait

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?
Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 23:14 WIB

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin

Senin, 20 April 2026 - 22:00 WIB

Ngaji Sambil Ngopi, Tradisi Rutin Anjang Sana Majelis Ta’lim Raudhatul Jannah di Desa Kembiritan

Senin, 20 April 2026 - 17:25 WIB

Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Hadir Untuk Negeri, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan di Distrik Kelila

Senin, 20 April 2026 - 15:16 WIB

Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Meresmikan Pengoperasian Gedung Baru RSUD, dr. P. P. Magretti Lauran Kecamatan Tanımbar Selatan

Senin, 20 April 2026 - 15:14 WIB

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Timur Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota

Senin, 20 April 2026 - 15:11 WIB

Seorang anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik

Senin, 20 April 2026 - 00:14 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Berita Terbaru