Subulussalam, baranewsaceh.co. Kekecewaan mendalam menyelimuti para kepala kemukiman di Kota Subulussalam. Janji manis Walikota yang menjanjikan pembayaran gaji, kini berujung pada jeritan pilu. Gaji mereka, yang hanya sekitar Rp 21.000.000 per kemukiman, hingga kini belum juga cair.
“Kami merasa dibohongi,” ujar Tamrin salah seorang kepala kemukiman yang enggan disebutkan namanya, suaranya bergetar menahan emosi. “Bagaimana kami bisa menghidupi keluarga dengan kondisi seperti ini?”
Ketidakjelasan pembayaran gaji ini semakin memperburuk situasi. Para kepala kemukiman kini harus menghadapi kesulitan ekonomi, sementara janji Walikota terkait pemberian 2 hektar tanah per KK juga dipertanyakan. Apakah ini hanya janji kampanye semata untuk meraih simpati saat Pilkada?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Transparansi dan akuntabilitas pemerintahan menjadi sorotan tajam. Masyarakat menuntut Walikota Subulussalam untuk segera memberikan penjelasan yang jelas dan transparan terkait permasalahan ini. Kapan gaji akan dibayarkan? Dan bagaimana rencana pemberian 2 hektar tanah per KK akan direalisasikan? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menggantung, menambah kepiluan para kepala kemukiman yang telah bekerja keras melayani masyarakat.//Tim.inv.

















































