Kasus Dugaan Malapraktek di RSUD Subulussalam Jadi Sorotan, Atas Meninggalnya Pasien Anak

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 24 Maret 2025 - 23:57 WIB

40341 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, teropongbarat.co. Kasus dugaan malapraktik di RSUD Subulussalam masih terus menjadi sorotan. Keluarga korban A mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas, sementara pihak rumah sakit menyatakan bahwa penanganan pasien telah sesuai prosedur.

Kronologi:
A. Pada 19 Februari 2025, A dibawa ke RSUD Subulussalam karena demam dan muntah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

B. Dokter jaga, dr. Arjuna Selian, menolak rawat inap dan hanya memberikan obat Paracetamol dan Hufaidon.

C. Lima menit kemudian, kondisi A memburuk dan meninggal dunia meskipun telah mendapat perawatan infus.

Tudingan Malapraktik:
– Keluarga A melihat kejanggalan, A aktif bermain sebelum diberi obat, namun kondisinya memburuk drastis setelah mengonsumsi obat.

– Pihak RSUD berjanji menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, namun janji tersebut tidak ditepati.

– Permintaan untuk menyita obat dan melakukan otopsi diabaikan.

Pernyataan Resmi RSUD:
– RSUD Subulussalam menyatakan bahwa penanganan pasien di IGD telah sesuai prosedur.

– Pasien dalam kondisi stabil saat diizinkan pulang dan diberi obat sesuai indikasi.

– Pihak RSUD menghargai kritik dan saran dari masyarakat.

Desakan Keluarga Korban:

– Keluarga A menuntut sanksi berat terhadap dr. Arjuna Selian dan meminta agar yang bersangkutan diberhentikan dari profesinya.

– Mereka mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini.
Kejelasan Kasus:
– Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada keputusan resmi mengenai dugaan malapraktik.
– Pertemuan antara keluarga korban, pihak rumah sakit, dan pihak terkait terus dilakukan untuk mencari solusi.//Tim.inv.@

Berita Terkait

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?
Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 23:14 WIB

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin

Senin, 20 April 2026 - 22:00 WIB

Ngaji Sambil Ngopi, Tradisi Rutin Anjang Sana Majelis Ta’lim Raudhatul Jannah di Desa Kembiritan

Senin, 20 April 2026 - 17:25 WIB

Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Hadir Untuk Negeri, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan di Distrik Kelila

Senin, 20 April 2026 - 15:16 WIB

Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Meresmikan Pengoperasian Gedung Baru RSUD, dr. P. P. Magretti Lauran Kecamatan Tanımbar Selatan

Senin, 20 April 2026 - 15:14 WIB

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Timur Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota

Senin, 20 April 2026 - 15:11 WIB

Seorang anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik

Senin, 20 April 2026 - 00:14 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Berita Terbaru