Kepala Mukim Penanggalan Dorong Percepatan Program KTA & KBR di DAS Prioritas Singkil-Kombih

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 21 Februari 2025 - 20:02 WIB

40318 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam- Aceh, teropongbarat.co. Kepala Mukim Penanggalan, Kota Subulussalam, Haris Muda Bancin, mendesak percepatan program Konservasi Tanah dan Air (KTA) dan Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Prioritas Singkil-Kombih. Hal ini disampaikannya saat berdialog dengan masyarakat dan LSM Suara Putra Aceh pada 21 Februari lalu.

Haris menekankan urgensi perbaikan KTA dan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di wilayah tersebut, terutama dari hulu hingga hilir. Ia meminta pemerintah pusat, melalui Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Wanpu Sei Ular Medan, untuk memfokuskan perhatian pada DAS Prioritas Singkil-Kombih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haris mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup, mengingat kondisi wilayah yang kritis dan rawan longsor serta banjir. Kondisi ini diperparah dengan adanya mega proyek strategis nasional pembangkit listrik di wilayah tersebut, yang menurut LSM Suara Putra Aceh, semakin meningkatkan risiko kerusakan struktur tanah dan daerah tangkapan air.

Program KBR dan Kebun Bibit Desa (KBD), inisiatif pemerintah untuk mendukung rehabilitasi lahan kritis dan penghijauan, dinilai sangat relevan. KBR memberdayakan kelompok tani hutan (KTH) dengan bantuan pembangunan kebun bibit berkapasitas 25.000 hingga 50.000 bibit per lokasi. Manfaatnya meliputi peningkatan kesadaran konservasi lingkungan, penyediaan bibit tanaman keras dan produktif, serta peluang ekonomi bagi masyarakat. KBD, serupa dengan KBR namun berskala desa, dikelola oleh pemerintah desa atau kelompok masyarakat.


Anton Tin, pimpinan LSM Suara Putra Aceh, menegaskan pentingnya fokus pada program KTA di DAS Prioritas Singkil-Kombih mengingat proyek pembangkit listrik. Ia menambahkan bahwa kerusakan daerah tangkapan air di hulu DAS membutuhkan perhatian serius. Dialog tersebut menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, LSM, dan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.(@).

Berita Terkait

Analisa Dampak Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan di Subulussalam
PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan
Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin
PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib
Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:03 WIB

Menyemai Harapan di Puncak Puthuk Sempu: Komnas PPLH Jawa Timur Perkuat Komitmen Pelestarian Alam di Hari Lingkungan Hidup Sedunia  

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:39 WIB

VIRAL DI MEDIA SOSIAL IWO INDONESIA DAN PLT BUPATI BEKASI DIKABARKAN BERDAMAI SOAL APA?

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:22 WIB

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Berita Terbaru