Perangkat Desa Subulussalam Desak Walikota Segera Cairkan Honor, Regulasi Dana Desa Dipertanyakan

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:32 WIB

40181 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh – Ratusan perangkat desa di Kota Subulussalam mengancam akan mengepung kantor Walikota jika honor mereka yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) tidak segera dicairkan. Hingga H-10 Lebaran Idulfitri 1446 H, belum ada kejelasan dari Pemerintah Kota Subulussalam terkait pembayaran hak mereka.

Situasi ini semakin panas setelah para kepala desa (keuchik) melakukan walkout dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Simpang Kiri yang digelar di aula Bappeda Kota Subulussalam pada Kamis (20/3). Para kepala desa mempertanyakan kepastian pencairan honor perangkat desa, namun tidak mendapat jawaban konkret dari Asisten II Pemko Subulussalam, Jhoni Arizal.

Camat Simpang Kiri, Zhairulsyah, membenarkan aksi walkout tersebut. “Mereka mempertanyakan kejelasan pembayaran ADD dan APBK untuk honor perangkat desa selama tujuh bulan di tahun anggaran 2024 dan tiga bulan di 2025. Saya mendukung aspirasi tersebut,” ujarnya. Akibat aksi ini, Musrenbang tingkat kecamatan pun tertunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desakan terhadap Walikota Haji Rasyid Bancin (HRB) semakin menguat. Perangkat desa menilai lambannya pencairan anggaran ini mencerminkan buruknya pengelolaan keuangan daerah. Mereka juga mempertanyakan transparansi regulasi penggunaan ADD dan APBK yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama dalam memenuhi hak-hak aparatur desa.

“Kami ingin tahu, di mana sebenarnya dana ini tersendat? Jangan sampai regulasi ADD dan APBK justru disalahgunakan untuk kepentingan lain,” kata Iswandi, seorang perangkat desa dari Subulussalam Timur.

Perangkat desa menuntut kepastian hukum terkait regulasi pencairan dana desa dan meminta Pemerintah Kota Subulussalam lebih transparan dalam mengelola anggaran. Jika hingga akhir pekan ini tidak ada kejelasan, mereka mengancam akan melakukan aksi besar-besaran di kantor Walikota.

Sampai berita ini diturunkan, Ketua APDESI Kota Subulussalam belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan perangkat desa. Sementara itu, Pemko Subulussalam diharapkan segera memberikan solusi guna menghindari eskalasi ketegangan menjelang Lebaran.//TIM.inv.

Berita Terkait

Analisa Dampak Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan di Subulussalam
PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan
Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin
PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib
Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:03 WIB

Menyemai Harapan di Puncak Puthuk Sempu: Komnas PPLH Jawa Timur Perkuat Komitmen Pelestarian Alam di Hari Lingkungan Hidup Sedunia  

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:39 WIB

VIRAL DI MEDIA SOSIAL IWO INDONESIA DAN PLT BUPATI BEKASI DIKABARKAN BERDAMAI SOAL APA?

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:22 WIB

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Berita Terbaru