Satu Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Malapraktik Dokter RSUD Subulussalam Tetap Menggantung, Anak Meninggal Usai Minum Obat

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 24 Maret 2025 - 23:21 WIB

40254 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh l Satu bulan telah berlalu sejak kematian tragis bayi A di RSUD Kota Subulussalam, namun kasus dugaan malapraktik yang menyelimuti peristiwa ini masih menggantung tanpa kejelasan. Janji-janji manis dari pihak rumah sakit dan Asisten I Pemko Subulussalam untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan terbukti hanya isapan jempol. Keluarga bayi A kini merasa diabaikan dan kecewa atas lambannya penanganan kasus ini.

Peristiwa bermula pada 19 Februari 2025, saat orang tua A membawa sang buah hati ke RSUD Subulussalam karena demam dan muntah-muntah. Mereka memohon agar A dirawat inap, namun permohonan tersebut ditolak oleh dr. Arjuna Selian dengan alasan, “Saya dokter Arjuna yang mengetahui kondisinya.” A hanya diberi obat Paracetamol dan Hufaidon lalu dipulangkan.

Lima menit kemudian, kondisi A memburuk drastis. Keluarga kembali membawa A ke rumah sakit, namun sayang, nyawanya tak tertolong meskipun telah mendapat perawatan infus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejanggalan yang Mencurigakan

Keluarga A melihat kejanggalan yang signifikan. Sebelum diberi obat, A masih aktif bermain meskipun muntah. Namun, setelah mengonsumsi obat yang diberikan dr. Arjuna Selian, kondisinya memburuk dengan cepat hingga meninggal dunia.

Pertemuan antara keluarga A, pihak rumah sakit, perwakilan pemerintah, LSM, pers, dan polisi telah dilakukan. Dalam pertemuan tersebut, pihak rumah sakit berjanji akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan meminta keluarga untuk tidak melaporkan kasus ini ke pihak berwajib atau menyebarkannya di media sosial. Namun, janji tersebut hingga kini tak ditepati. Sejak pertemuan tersebut, pihak RSUD Subulussalam tidak menunjukkan itikad baik dan tanggung jawabnya.

Desakan Hukum dan Investigasi Independen

Didampingi Ketua DPD Lembaga Pemantau Tipikor Nusantara, Hasan Gurinci, keluarga A mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas. Penjelasan dr. Arjuna Selian yang menyatakan A mungkin “tersedak” obat hingga masuk ke paru-paru dianggap tidak masuk akal dan tidak memuaskan. Permintaan untuk menyita obat yang diberikan dan melakukan otopsi juga diabaikan.

Ketidakjelasan dari pihak rumah sakit dan absennya kunjungan belasungkawa kepada keluarga semakin memperkuat kecurigaan atas dugaan kelalaian medis. Hasan Gurinci menegaskan komitmennya untuk mendampingi keluarga korban hingga mendapatkan keadilan dan berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini. Keluarga A menuntut sanksi berat terhadap dr. Arjuna Selian dan bahkan meminta agar yang bersangkutan diberhentikan dari profesinya. Kepercayaan publik terhadap RSUD Subulussalam kini tengah diuji.//Tim.inv.

Berita Terkait

Analisa Dampak Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan di Subulussalam
PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan
Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin
PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib
Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:03 WIB

Menyemai Harapan di Puncak Puthuk Sempu: Komnas PPLH Jawa Timur Perkuat Komitmen Pelestarian Alam di Hari Lingkungan Hidup Sedunia  

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:39 WIB

VIRAL DI MEDIA SOSIAL IWO INDONESIA DAN PLT BUPATI BEKASI DIKABARKAN BERDAMAI SOAL APA?

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:22 WIB

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Berita Terbaru