Skandal Pelatihan di Medan: Para Kades Subulussalam Hamburkan Dana Rp 2,4 Miliar, Diduga Nongkrong di Klub Malam

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 19 April 2025 - 13:40 WIB

40575 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan | Wajah tata kelola dana desa di Kota Subulussalam kembali tercoreng. Program pelatihan pertukangan dan kelistrikan yang digelar di Medan, disebut-sebut hanya kedok untuk menguras dana desa sebesar Rp 2,4 miliar. Ironisnya, di balik label “pelatihan”, sejumlah kepala desa malah tertangkap basah menghabiskan waktu dari klub malam hingga dini hari.//(18/04/2025).

Investigasi mendalam mengungkap bahwa pelatihan yang melibatkan 82 desa ini disinyalir sarat rekayasa. Mulai dari daftar peserta yang ganjil – tak sedikit, 20 orang di antaranya kepala desa, BPK, oknum Wartawan Medya online dan warga non-desa – hingga materi pelatihan yang tidak relevan dan tak jelas hasilnya.

Sementara diceritakan peserta pelatihan pada awak medya bahwa total biaya uang saku yang diserahkan Panitia penyelenggara pada peserta sebanyak 225.000 Rupiah perhari selama empat hari 900.000 Rupiah. Standard hotel seharga 500.000 Rupiah permalam dan para peserta 2 orang perkamar. Total kamar terpesan sebanyak 41 Kamar. Padahal rata rata perdesa dikenakan biaya pelatihan 30.Juta Perdesanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dana Fantastis, Hasil Nol

Dengan total anggaran mencapai Rp 30 juta per desa, pelatihan ini dituding sebagai “program siluman” yang tidak pernah dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembang). Kepala Desa justru berbondong-bondong ke Medan tanpa surat tugas resmi. Camat Simpang kiri Subulussalam pun dikomfirmasi bahwa tidak ada izin dinas yang dikeluarkan.

Pesta di Klub Malam

Puncak kejanggalan terjadi saat salah satu penjabat kepala desa tertangkap awak medya bergandengan tangan dengan perempuan malam sekira pukul 4 Pagi dan mencoba melarikan diri menghindari jebretan awak medya. Diduga dari sebuah klub malam di Medan sekira pukul 4 pagi, penjabat kepala desa tersebut kepergok membawa pasangan haramnya ke hotel ke tempat penginapan peserta pellatihan tersebut. Demikian disampaikan salah seorang peserta yang ikut pelatihan kecakapan hidup tersebut. ketika seharusnya istirahat dan persiapan mengikuti kegiatan pelatihan. Hal ini memicu kemarahan publik dan mendorong LSM-LSM lokal bersuara lantang.

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kota Subulussalam (AMPES), LP Tipikor, LSM CAPA, API, dan Suara Putra Aceh menuntut apabila pihak kejaksaan tak mampu, agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan. Menurut mereka, pelatihan ini tak lebih dari upaya sistematis untuk menguras dana desa dengan restu terselubung dari oknum di tubuh Apdesi dan BKAD.

“Uang rakyat dihamburkan untuk plesiran para kepala desa. Ini bukan sekadar pemborosan, tapi dugaan korupsi terang-terangan,” tegas Adi Subandi, Ketua LSM API.

Tak Ada Jejak di APBDes

Drs. Hawari, Koordinator Tenaga Ahli Pendamping Desa Kota Subulussalam, juga membenarkan bahwa pelatihan ini tak pernah dibahas dalam forum desa. “Kami hanya memfasilitasi musyawarah kampung. Kalau kegiatan ini tak muncul di Musdes, berarti itu murni inisiatif oknum,” ujarnya.

Skandal ini menjadi tamparan keras bagi visi “Subulussalam Mandiri, islami dan Berkelanjutan” yang digaungkan pemerintah kota dibawah penerintahan Ustad Haji Rasit Bancin sebagai Walikota Subulussalam. Ketika dana desa seharusnya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan peningkatan kualitas hidup warga, justru dibelanjakan untuk kegiatan tak produktif, penuh kejanggalan, dan berujung pada dugaan korupsi berjamaah.

Penegak hukum seperti Kajari dan Polres Subulussalam, ditantang untuk tak tinggal diam. Uang negara harus diselamatkan, dan pelakunya harus diadili.//@
Tim Investigasi melaporkan dari Kota Medan Sumut.

Berita Terkait

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?
Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 23:14 WIB

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin

Senin, 20 April 2026 - 22:00 WIB

Ngaji Sambil Ngopi, Tradisi Rutin Anjang Sana Majelis Ta’lim Raudhatul Jannah di Desa Kembiritan

Senin, 20 April 2026 - 17:25 WIB

Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Hadir Untuk Negeri, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan di Distrik Kelila

Senin, 20 April 2026 - 15:16 WIB

Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Meresmikan Pengoperasian Gedung Baru RSUD, dr. P. P. Magretti Lauran Kecamatan Tanımbar Selatan

Senin, 20 April 2026 - 15:14 WIB

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Timur Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota

Senin, 20 April 2026 - 15:11 WIB

Seorang anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik

Senin, 20 April 2026 - 00:14 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Berita Terbaru