12 Desa se-Kabupaten Pakpak Bharat Mendapat Bantuan Dana Swakelola DAK Non Fisik Dari BPN RI

REDAKSI PAKPAK BHARAT

- Redaksi

Sabtu, 27 September 2025 - 08:52 WIB

40135 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salak, Teropong Barat.com/Franc Bernhard Tumanggor mengajak segenap orang tua di Kabupaten Pakpak Bharat agar senantiasa menjaga asupan gizi keluarga masing-masing. Tanggung jawab menjaga keseimbangan gizi keluarga menurut Franc bukan semata urusan kaum ibu, namun urusan ini seharusnya ada dipundak kaum bapak juga dengan porsi yang paling besar. Hal ini dia sampaikan saat membuka Sosialisasi Pengembangan Desa B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di Aula Bale Sada Arih hari ini,(25/09/2025).

Dikesempatan ini Bupati berkisah bagaimana dia dan istri tercinta membesarkan anak-anak mereka, ditengah situasi yang semua harus serba beli, beda dengan di Pakpak Bharat yang semua serba tersedia, sayuran, labu, beras merah, telur dan sebagainya, sesunguhnya tidak perlu beli, kami dulu beli labu bahkan sampai puluhan ribu perkilo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini saya sampaikan berdasarkan pengalaman hidup yang kami rasakan bersama istri. Sekarang anak-anak tumbuh dengan gizi terpenuhi. Saya menggugah bapak-bapak yang ada di sini, kalau uang kita habis untuk anak-anak jangan merasa rugi, intinya kita masih bisa mencukupi gizi keluarga, dan itu yang terpenting, ucap Bupati.

Bupati juga menyerahkan Dana swakelola DAK Non Fisik dari Badan Pangan Nasional RI yang diperuntukkan bagi 12 Desa se-Kabuapten Pakpak Bharat.

Nantinya dana ini supaya sesegera mungkin dimanfaatkan. Bagi desa yang mendapatkan kucuran dana ini segera susun programnya, dan sesuaikan dengan peruntukannya, baik itu untuk kebun B2SA, rumah bibit, demplot, pertanaman dirumah masyarakat dan anggota PKK Desa. Saya bangga dengan situasi efisiensi anggaran saat ini kita dapatkan tambahan dana ini, jelas dia kemudian.

Sementara itu Ketua TP PKK Pakpak Bharat, Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor berharap, adanya tambahan anggaran dari Badan Pangan Nasional ini bisa memberikan dorongan nyata bagi upaya perbaikan gizi masyarakat dan pencegahan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat.

Harapan kita supaya anggaran bisa segera terserap, sesuai peruntukan, sehingga dharapkan masyarakat khususnya di 12 Desa penerima bisa menikmati hasil program ini, dan inilah yang sesungguhnya menjadi tujuan dari program B2SA yang kita bicarakan hari ini, ucap Ny Juniatry dalam sambutannya.

B2SA adalah singkatan dari Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman, yang merujuk pada pola konsumsi pangan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi individu secara optimal demi mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan produktivitas. Konsep ini adalah penyempurnaan dari pola makan sebelumnya yakni empat sehat lima sempurna, dan menekankan pada penyediaan jenis makanan yang bervariasi (nabati dan hewani) untuk memenuhi zat gizi makro dan mikro, serta dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh dengan porsi yang tepat dan dalam kondisi yang bebas cemaran.//timtbnewspbujg

Berita Terkait

Turnamen Bola Voli Piala Bupati Pakpak Bharat Cup V Resmi Dibuka, 12 Tim Putra Siap Berlaga
Satgas PRR Sumut-Aceh Tinjau Pemulihan Pascabencana di Pakpak Bharat, 13 Indikator Masuk Kategori Hijau
Pemkab Pakpak Bharat Bahas Persetujuan Pembangunan SPBU, Diharapkan Atasi Kelangkaan BBM
Bupati Pakpak Bharat Temui Wamenkes, Bahas Penguatan Fasilitas dan SDM Kesehatan
MASIH BERDIRI MESKI BELUM SELESAI
Danrem 023/KS Kunjungi Situs Mata Air Sisingamangaraja XII di Pakpak Bharat Pakpak Bharat — Komandan Korem
Heboh Harimau Sumatera Muncul di Kuta Saga Pakpak Bharat, Satu Ekor Sapi Dimangsa
Bupati Pakpak Bharat Tandatangani Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Cegah Korupsi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:46 WIB

PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:43 WIB

TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:52 WIB

BPN dan Pemko Subulussalam Didesak Buka Warkah SHM CV Lae Saga, Ada Apa di Balik 517 Hektare Lahan Gambut?

Berita Terbaru