APBDes Teladan Baru Disahkan, Rapat Panas oleh Kritik Warga

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 21:31 WIB

40174 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teladan Baru, teropongbarat.com. Balai kampung itu menjadi saksi bagaimana anggaran desa tidak lagi dibahas dalam sunyi. Sabtu siang, 11 April 2026, suara warga bersahut-sahutan dalam musyawarah desa (musdes) Kampong Teladan Baru, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam. Agenda utamanya: merampungkan APBDes 2026.
Rapat dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, ini bukan sekadar forum formal. Pembahasan anggaran kali ini seperti membuka kembali catatan lama yang belum selesai.
Sebelumnya, APBDes 2026 sudah sempat ditetapkan.

Pergantian penjabat kepala desa membuat sejumlah pos kembali dibongkar. Sebagian dipertahankan, sebagian lain hendak diubah.
Koordinator pendamping kecamatan dan kota mengingatkan arah kebijakan tetap mengacu pada Permendes Nomor 16 Tahun 2025. Prioritasnya jelas: penanganan kemiskinan ekstrem, bantuan langsung tunai, ketahanan iklim dan bencana, hingga layanan kesehatan bagi ibu hamil, lansia, dan penanganan stunting.
Program lain tak kalah penting: Koperasi Merah Putih, padat karya tunai, serta ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, suasana berubah ketika forum dibuka untuk tanggapan.
Seorang warga secara tegas, Ia menyinggung pencairan dana tahap II yang tak kunjung turun. Teladan Baru, katanya, menjadi satu-satunya desa di Kecamatan Runding dengan kondisi itu. Kritik pun mengarah ke kinerja penjabat kepala kampung sebelumnya—terutama program ketahanan pangan yang disebut tak berjalan.
Isu lama itu belum sepenuhnya padam.

Kepala kampung saat ini, Musliadi, mengakui persoalan tersebut masih ditelusuri.
“BPG akan terus mempersoalkan anggaran BUMDes tahun 2025. Sampai saat ini masih diaudit,” ujarnya usai rapat.

Pernyataan itu menambah tegang suasana. Dugaan pengelolaan dana BUMDes yang tak transparan mencuat di tengah forum. Meski belum ada penjelasan resmi, kecurigaan itu cukup untuk membuat rapat tak lagi tenang.
Puncaknya terjadi saat pembahasan anggaran BUMDes 2026.
Dalam rancangan sebelumnya, dana ketahanan pangan melalui BUMDes ditetapkan Rp40 juta. Angka ini dipersoalkan kembali oleh penjabat kepala kampung.
“Rp40 juta terlalu besar. Saya akan sesuaikan,” kata Musliadi.
Kalimat itu langsung disambut keberatan. Sejumlah warga mendesak agar angka tersebut tidak diubah. Mereka menilai dana itu penting untuk menjaga program ketahanan pangan tetap berjalan.
Perdebatan berlangsung terbuka. Tidak semua sepakat. Sebagian warga menuntut kejelasan penggunaan dana lama sebelum berbicara soal perubahan anggaran baru. Di sisi lain, pemerintah kampung mengaku masih menelaah struktur anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Koordinator kota pendamping desa mencoba meredakan situasi. Ia menegaskan peran pendampingan bukan sekadar formalitas.
“Kami memastikan penggunaan dana desa tetap aman, terkendali, dan berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

Menjelang sore, forum akhirnya mencapai kesepakatan. APBDes 2026 disahkan, meski tanpa sepenuhnya meredakan kegelisahan.
Di Teladan Baru, musyawarah kali ini menunjukkan perubahan yang pelan tapi nyata: warga tak lagi hanya hadir sebagai pendengar. Mereka mulai bertanya, menguji, bahkan menekan—agar anggaran desa tidak sekadar disahkan, tetapi juga dipertanggungjawabkan

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 01:28 WIB

PLT Bupati Langkat Tiorita Surbakti Pacu Langkat untuk Naik Kategori KLA

Selasa, 8 September 2026 - 01:13 WIB

Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti Tegaskan Komitmen Lindungi Pekerja Rentan di Langkat

Selasa, 8 September 2026 - 01:09 WIB

Tiorita Surbakti Prihatin Tingginya Angka Perceraian Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Selasa, 8 September 2026 - 01:04 WIB

Tiorita Surbakti Perintahkan Penertiban Kendaraan Dinas ,Aset Langkat Harus Jelas dan Tertib

Selasa, 8 September 2026 - 00:51 WIB

Plt Bupati Langkat Tiorita Dorong Perubahan APBD 2026 Percepat Pembangunan

Senin, 7 September 2026 - 22:44 WIB

DPRD Langkat Fasilitasi RDP TKBM Karang Rejo , Sepakati Pemilihan Ketua Baru dalam Satu Bulan

Senin, 7 September 2026 - 21:15 WIB

Hendak Temui Humas Pabrik Sawit, Jurnalis Senior di Aceh Singkil Dikeroyok Puluhan Massa di Pos Security

Senin, 7 September 2026 - 20:46 WIB

Tingkatkan Akses Keadilan, LBH Garuda Kencana Indonesia Sumut Jalin MoU dan Gelar Sosialisasi Hukum di Lapas Tanjung Balai

Berita Terbaru