Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 03:09 WIB

4029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, teropongbarat.com. Upaya mediasi sengketa lahan transmigrasi di Kampong Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kamis, 16 April 2026, berakhir buntu. Alih-alih menjadi ruang penyelesaian konflik, forum yang digelar di kantor camat itu justru memantik kekecewaan warga. Mereka menilai aparat Muspika tidak profesional dan cenderung memihak.

Sejumlah pihak hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Camat Longkib Hal Haris, Ir. Netap Ginting selaku kuasa dari pemilik Akta Jual Beli (AJB) yang disengketakan, Kepala Desa Lae Saga, serta warga transmigrasi yang mengklaim hak atas lahan.
Sejak awal, forum berjalan janggal. Camat Hal Haris tidak memberi ruang kepada kuasa hukum warga untuk menyampaikan pandangan. Sebaliknya, pihak yang mewakili pemilik AJB justru diberi keleluasaan mengikuti jalannya mediasi. Ketimpangan ini memicu keberatan warga.
“Kalau dari awal sudah tidak imbang, bagaimana mau disebut mediasi?” kata seorang warga yang hadir dalam pertemuan itu.
Warga menilai forum tersebut kehilangan prinsip dasar netralitas. Dalam praktik mediasi, kehadiran para pihak semestinya ditempatkan setara. Namun yang terjadi di Longkib justru sebaliknya: satu pihak dibatasi, pihak lain diberi ruang lebih luas.

Kecurigaan warga kian menguat ketika permintaan menghadirkan 14 orang yang disebut-sebut sebagai pemilik AJB tidak dipenuhi. Nama-nama tersebut sebelumnya diklaim sebagai dasar kepemilikan lahan yang kini dipersoalkan. Tanpa kehadiran mereka, warga menilai dasar klaim menjadi lemah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami hanya minta dihadirkan orang-orang yang mengaku pemilik itu. Kalau tidak bisa, berarti ada yang tidak jelas,” ujar warga lainnya.

Situasi memanas. Warga akhirnya menolak melanjutkan mediasi dan memilih keluar dari forum. Upaya yang diharapkan menjadi jalan tengah itu pun gagal total.
Di penghujung pertemuan, pernyataan camat justru memperkeruh suasana. Hal Haris disebut menginstruksikan Kepala Desa Lae Saga agar tidak lagi melayani urusan warga terkait konflik tersebut. Pernyataan itu dinilai sebagai bentuk tekanan.
“Apapun yang terjadi di desa jangan diurus,” ujar Hal Haris, sebagaimana ditirukan warga.
Ucapan tersebut memantik tudingan intimidasi. Sejumlah warga menilai sikap aparat kecamatan tidak hanya tidak netral, tetapi juga berpotensi memperburuk konflik sosial di tingkat desa.
Sengketa lahan transmigrasi di Longkib sendiri diduga berkaitan dengan praktik jual-beli hak kelola yang secara hukum memiliki batasan ketat. Konflik ini melibatkan warga di dua desa dan telah berlangsung cukup lama tanpa penyelesaian tuntas.

Gagalnya mediasi kali ini menambah daftar panjang kebuntuan penyelesaian. Warga berharap ke depan ada pihak yang lebih independen untuk memfasilitasi dialog—bukan sekadar forum formal, tetapi ruang yang benar-benar menjunjung keadilan bagi semua pihak.) //@

Berita Terkait

Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat
Hak Angket nyeleneh”Dan Bayang Bayang jual Beli Pokir,Fungsi DPRK Dipertanyakan,Dari Pengawasan Ke Alat Ukur Politik
Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 16:46 WIB

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora Dilaporkan Meninggal Dunia Setelah Menjadi Korban Penikaman Oleh Orang Tak Dikenal (OTK) 

Sabtu, 18 April 2026 - 21:05 WIB

Prajurit Pasmar 2 bersatu padu bersama warga Tengger Bromo bersih-bersih lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 - 12:07 WIB

Aksi kejahatan jalanan yang menyasar warga kembali berhasil diungkap aparat kepolisian.

Jumat, 17 April 2026 - 22:22 WIB

Peringatan HUT ke-74 Kopassus: Ketua DPC GRIB Jaya Rembang Haturkan Hormat dan Doa untuk Sang Baret Merah

Jumat, 17 April 2026 - 21:50 WIB

Kodim 0212/TS Bersama Masyarakat Mulai Bangun Jembatan Gantung di Ulu Sosa

Jumat, 17 April 2026 - 10:34 WIB

Pemkab Pakpak Bharat Dorong Pengembalian Fungsi Hutan Usai Pencabutan PBPH di Sumut

Kamis, 16 April 2026 - 22:47 WIB

Gianyar Perkuat Benteng Kerukunan, Rapat PAKEM Tegaskan Nihil Aliran Menyimpang

Kamis, 16 April 2026 - 18:21 WIB

PENJEMPUTAN TAMU RAKER YAYASAN J.B. SITANALA.

Berita Terbaru