Bupati Pakpak Bharat Bersama APKASI Bekerjasama Dengan OISCA Lakukan Kunjungan Ke Jepang

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 20 September 2023 - 13:43 WIB

40276 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teropong Barat.co(Fukuoka Jepang)/Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) melakukan kunjungan ke Negara Jepang, Minggu (17-24/09/2023). Bersama beberapa Kepala Daerah lainnya, Franc Bernhard Tumanggor mempelajari system pertanian berkelanjutan dan mitigasi kerawanan bencana di Negeri yang terkenal cukup maju dan mumpuni dibidang pertanian ini.

Kunjungan ini didasari bahwa APKASI memandang bahwa system pertanian berkelanjutan merupakan hal yang patut diterapkan di Daerah, terutama di Daerah-Daerah berbasis pertanian. Oleh karena itu, dengan difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri, APKASI bekerjasama dengan Organization for Industrial, Spiritual And Cultural advancement (OISCA) menyelengarakan Training of Trainers (TOT) pengembangan pertanian berkelanjutan dalam rangka membangun ketahanan pangan di Daerah, bertempat di training Center OISCA, Fukuoka, Jepang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disini kita belajar system pertanian Jepang yang memang sangat bagus, serta bagaimana memitigasi kerawanan pangan di Daerah akibat perubahan iklim yang dapat menyebabkan terganggunya ketersediaan pangan di Daerah, jelas Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.

System pertanian di Negeri Sakura, Jepang ini dinilai sangat cocok diterapkan di Negara yang berbasis agraris seperti Indonesia, baik di lahan pertanian kecil maupun besar dengan memanfaatkan teknologi baru dan memperbaharui praktik pertanian yang saat ini di lakukan. System pertanian berkelanjutan ini juga merupakan salah satu metode untuk membangun ketahanan pangan di Daerah. Namun demikian, perlu upaya keras dari berbagai pihak agar para petani memiliki keinginan menerapkan system pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah dipandang perlu mendukung upaya penerapan pertanian berkelanjutan berbasis organik kepada para petani dengan memberi pemahaman bahwa saat ini dan di masa yang akan datang konsumen lebih tertarik untuk mengkonsumsi hasil pertanian berbasis organik.

 

Dukungan Pemerintah tentu bukan hanya sebatas memberikan pemahaman , tapi juga memberikan beberapa insentif yang di perlukan oleh para petani untuk menerapkan pertanian berkelanjutan. Seperti, pelatihan penanaman berbasis organik hingga pemasaran pasca panen. OISCA merupakan sebuah NGO yang berpusat di Jepang yang telah banyak menyalurkan bantuan dan kerjasama di 29 negara yang berfokus pada pelatihan pertanian permasalahan lingkungan khususnya masalah ketahanan pangan, termasuk di Indosesia. Dengan pengalaman yang sedemikian rupa, maka Apkasi berkeyakinan bahwa OISCA mampu melakukan transfer knowledge kepada Pemerintah Daerah.

Training di dalam kelas dilakukan dalam 2 (dua) sesi, dimana sesi pertama menjelaskan secara umum tentang bagaimana mengembangkan system pertanian mulai dari pengolahan tanah sebelum penanaman, pemilihan bibit, pemilihan pupuk, pemupukan, pemanenan, pemasaran produk hingga pengolahan tanah pasca panen. Sedangkan sesi kedua, dipaparkan secara umum pola- pola pertanian dikawasan Asia, khususnya di Asia Tenggara. Pada sesi ini , trainer akan memberikan strategi khusus bagaimana mengembangkan pertanian berkelanjutan dan berketahanan dengan teknologi konfensional dan modern serta melibatkan masyarakat.
Para peserta pelatihan kemudian diajak untuk melakukan study ekskursi tentang Situs bencana hujan lebat kyushu utara, yang juga merupakan system warisan pertanian secara global bendungan yamada dan wirda tiga air, dan Study pembuatan system rumah kaca terbaru untuk penanaman buah dan sayur sepanjang tahun ( Proyek PLT Kyushu)

Selain melakukan TOT di Fukuoka, peserta juga mempelajari dan berdiskusi tentang mitigasi kebencanaan dengan Pemerintah Kota Tokyo yang telah memiliki system mitigasi kebencanaan yang handal.
Dalam kunjungan ke Jepang ini, para peserta juga mengunjungi KBRI di Tokyo, bertemu dengan Duta Besar RI untuk Jepang, dan Diaspora Indosesia di Jepang serta Japan International Corporation Agenciy (JICA) pusat di kantor pusat Tokyo.

 

( UMMAT#24 )

Berita Terkait

Hadiri Musrenbang RKPD Sumut 2027, Bupati Pakpak Bharat: Pastikan Program Daerah Selaras
Bupati Pakpak Bharat Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Nasional di Kementerian PUPR
Pemkab Pakpak Bharat Dorong Pengembalian Fungsi Hutan Usai Pencabutan PBPH di Sumut
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat
Bupati Pakpak Bharat Serahkan Bantuan Sosial untuk Anak dan Tenaga Kerja
Sensus Ekonomi 2026 Segera Dimulai, Wabup Pakpak Bharat Nyatakan Dukungan Penuh
Rapat Koordinasi di Medan Bahas Penegasan Batas Wilayah Pakpak Bharat–Dairi
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Rapat Pengembangan Pertanian Berbasis AI di Kawasan Danau Toba

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:18 WIB

PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:23 WIB

Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:27 WIB

PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:52 WIB

Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:31 WIB

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:04 WIB

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:56 WIB

Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:03 WIB

75 AJB di Ujung Tanduk: Cap Jempol Milik Siapa? Dugaan Mafia Tanah Longkib Mulai Terkuak

Berita Terbaru

GAYO LUES

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:45 WIB