Bedah Buku What Is Religious Authority, M. Syauqillah, Ph.D: Buku Ini Bermanfaat Untuk Keberagaman Islam

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 6 Maret 2024 - 17:19 WIB

40397 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Bedah Buku What is Religious Authiority sukses diselenggarakan Gedung IASTH Kampus UI Salemba. Rabu, (06/03/2024).

Adapun yang hadir dalam acara ini Prof. Ismail Fajrie Alatas, Ph.D menyampaikan ucapan terimakasih kepada program studi terorisme di Universitas Indonesia (UI), tentang pentingnya buku ini otoritas religius keagamaan, otoritas adalah sebuah relasi.

Beliau menyampaikan bahwa tidak boleh menganggap kelompok Islam yang lain itu salah karena berberbeda karena beragam melainkan harus menghormati perbedaan yang ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan membaca buku ini kita bisa melihat bahwa banyak ragam bentuk Islam, oleh karena itu, etikanya kita tidak boleh menganggap satu kelompok itu lebih baik dan yang lain salah. jadi, yang harus kita lakukan dan jaga adalah bentuk keberagaman yang ada di nusantara. Ungkapnya

Ditambahkannya, pentingnya untuk menghargai keberagaman yang ada di tengah masyarakat agar tidak ada perpecahan tetapi biarkanlah jamaah itu yang menilai.
“Jika ajarannya tidak sesuai maka jamaahnya pupus, jika menurut jamaahnya ajarannya sesuai terus bertumbuh dan mereka mau ikut ajaran tersebut”. Tuturnya

Sementata itu, M. Syaqillah, Ph.D menyampaikan, “Saya ucapkan terimakasih kepada pihak yang hadir dari berbagai kampus dan akademisi untuk membedah buku What is Religious Authority dan terlebih kepada Prof. Ismail Fajri Alatas, Ph.D yang telah menulis buku ini kiranya sehat dan sukses selalu”. Imbuhnya

Harapannya untuk buku ini bisa dibaca menggairahkan kembali studi sosial, historis, dan antropologis tentang Islam.
“Pentingnya kita itu mempelajari sejarah keagamaan karena jika kita tidak melihat sejarah keagamaan maka kita merasa ekslusif akan tetapi kalau kita melihat sejarah Islam banyak bentuk keberagaman yang kita dapatkan”. Tutupnya

Berita Terkait

Pengelola yang disebut berinisial *“Cip”* sempat menyatakan seluruh perizinan Galian C telah beres.  
Rocky Gerung: Belajar Pertanahan Berarti Belajar Hukum, Politik hingga Ekologi
Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian bagi Masyarakat
Masuki Babak Baru, STPN Resmi Bertransformasi Menjadi Politeknik Agraria STPN
Pengedar Sabu di Liberia Sergai Diringkus, 15 Paket Disita
Kecelakaan Maut di Tol Medan-Tebing Tinggi KM 66, Penumpang Innova Tewas
Laka Lantas Beruntun di Perbaungan, Pengendara CBR Tewas Usai Tabrak Minibus dan Kontainer
🇮🇩 SEMARAK HUT KEMERDEKAAN RI KE-81 RW 05 JEMUNDO 🇮🇩

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:06 WIB

Haloan Sadri: MBG Perlu Diperkuat, Jangan Menambah Mata Rantai Baru

Kamis, 10 September 2026 - 14:01 WIB

Tokoh Adat Subulussalam: Jangan Tambah Mata Rantai, Perkuat SPPG dan Benahi Tata Kelola MBG

Kamis, 10 September 2026 - 13:10 WIB

TR. Aceh Terumon: Wacana Pelibatan Kantin Sekolah Hanya Menambah Persoalan Baru, SPPG Perlu Dievaluasi

Selasa, 8 September 2026 - 01:05 WIB

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?

Senin, 7 September 2026 - 21:01 WIB

Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan

Sabtu, 5 September 2026 - 22:55 WIB

Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga

Sabtu, 5 September 2026 - 02:58 WIB

Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 23:55 WIB

Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Haloan Sadri: MBG Perlu Diperkuat, Jangan Menambah Mata Rantai Baru

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:06 WIB