Catatan Pemuda Desa Anak Reng Tanih, Politik Demokrasi

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 21 Desember 2023 - 17:25 WIB

40630 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini _ Teropongbarat.co,- Menjelang Pemilu 2024, baik Pemilihan Presiden (Pilpres) sampai nanti tiba Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) selalu dipenuhi dengan berbagai sudut pandang yang berbeda-beda, apalagi saatnya berkampanye tak sedikit bertempelan dan bertaburan dipinggir jalan sampai ke pelosok desa sebuah banner calon, lengkap dengan visi dan misinya, ibarat bumbu komplit.

Bahkan sering terjadi berbagai trik yang dilakukan agar calonnya memenangkan kontestasi kepemimpinan, sampai menganggap bahwa calonnya yang paling hebat,paling benar dan paling kompeten dalam menduduki kursi kekuasaan.

Namun faktanya, setelah berkuasa para politisi akan sibuk berkoalisi untuk berbagi kue kekuasaan dan meninggalkan polarisasi untuk kepentingan rakyat sesuai dengan janji-janji kampanyenya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Narasi, trik akan dimainkan untuk menikmati secangkir kopi dan kue yang telah disepakati, kongkong di cafe atau bar ekaeklusif lebih asik dinikmati daripada melihat kondisi yang terjadi.

Kebijakan demi kebijakan akan dibuat untuk mencari fee, mengatur strategi menjinakkan lawan dan berbagai kepentingan sesuai porsi kekuatan politiknya. Adapula yang berpura-pura menjadi oposisi ketika belum dapat jatah politik, jabatan atau bisnis sampai kue.

Akan bermunculan para penyanjung-penyanjung pujangga yang demi mendapatkan posisi, baru ingat suatu kata yang tertulis dalam catatan seorang aktivis Camplong Sampang ” Tekos Dalam Pudek (Teks dalam bahasa Madura), yang artinya Tikus dalam tempurung.

Mungkin inilah yang dibilang Demokrasi bagi para politisi, yang mana membuat rakyat beda pilihan dalam pemilu saja bukan untuk seterusnya.

Jika melihat faktanya, tidak ada yang benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat dengan kondisi yang dialami yang sedang tidak baik-baik saja. Rakyat itu cuman sebagai perioritas tambahan. Utamanya bagaimana mengelola negara atau daerah ini untuk kepentingan kekuasaan,partai dan sponsor-sponsor pemilu.

Jatah Proyek atau bisnis di bagikan kepada kawan politik dan sponsor pemilu atas nama pembangunan, serta para pujangga-pujangganya.

Demokrasi itu hanya karena rakyat dimobilisasi untuk ikut pemilu. Tetapi dalam hal kepentingan, rakyat itu hanya tambahan saja, bukan yang utama dan pertama. (Penulis : Abd.Rohman anak e reng tanih (seorang petani) Sampang)

Berita Terkait

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar
Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah
NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN
LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan
PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL
USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA
DIduga Kades Kidal dan Perangkat Kongkalikong Rekayasa Dokumen Melalui PTSL Tanah Ibu Ila Demi Hasanah Terbongkar
Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:18 WIB

PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:23 WIB

Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:27 WIB

PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:52 WIB

Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:31 WIB

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:04 WIB

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:56 WIB

Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:03 WIB

75 AJB di Ujung Tanduk: Cap Jempol Milik Siapa? Dugaan Mafia Tanah Longkib Mulai Terkuak

Berita Terbaru

GAYO LUES

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:45 WIB