CCTV saat pembacokan” Ujar HD di RSUD jumat 20 maret 2026

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 09:35 WIB

40136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REMBANG // Teropongbarat.com Tragedi memilukan terjadi di Desa Jambangan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Seorang anak di bawah umur berinisial FB menjadi korban penganiayaan brutal oleh massa dalam aksi main hakim sendiri yang dipicu oleh kesalahpahaman dan dendam lama. Yang lebih mencengangkan, lepala desa Lodan kulon justru diduga ikut mengeroyok korban.Peristiwa ini bermula dari penganiayaan terhadap seorang pemuda berinisial HD yang melintas si kawasan Lodan Kulon, dengan tujuan potong rambut.HD dikejar sekelompok pemuda tanpa alasan jelas, kemudian diamankan, diikat tangannya, dan dipukuli.

“Aku nggak tau masalah soal pembacokan, aku dipukul katanya ada di CCTV saat pembacokan” Ujar HD di RSUD jumat 20 maret 202

Namun, massa tidak puas. Rombongan warga Lodan Kulon itu kemudian bergerak menuju rumah TUKUL di Desa Tanggulangin, Kecamatan Sarang,berdasarkan cerita HD salah satu teman pelaku pembacokan, warga desa lodan kulon pun membara untuk mencari pelaku pembacokan terhadap Wartono,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak bisa memberi jawaban.saat salah satu pemuda menanyakan aldi, Massa sangat banyak datang ke rumah Saya .saya juga tidak tahu, kabar aldi.karena anak saya tidak memberi kabar,” ujar TUKUL, orang tua Aldi, dengan suara lirih.

Saat Aldi tidak ditemukan, amarah massa meledak. Sasaran pun bergeser ke FB, adik kandung Aldi, yang masih duduk di bangku sekolah.yang saat itu terlihat oleh massa.

Di depan mata TUKUL, massa yang tak terkendali memukuli, menendang, dan menyeret FB ke luar rumah.

“Saya tidak kuat Mas menghalangi massa segitu banyaknya. Anak saya dipukuli di depan mata saya,” tambah TUKUL menahan tangis.

FB kemudian diseret kembali ke Lodan Kulon. Di sinilah babak baru terungkap. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, oknum Kepala Desa Lodan Kulon justru bertindak lebih garang dari massa lainnya. Dengan tenaga kuat, kepala desa tersebut terlihat menyeret FB yang sudah tak berdaya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, kepala desa yang bersangkutan tidak memberikan respons atau tanggapan apapun.

Korban Pembacokan Bantah Terlibat

Wartono, yang disebut sebagai korban pembacokan oleh Aldi, mengaku tidak mengetahui adanya aksi main hakim sendiri tersebut.

“Saya tidak tahu soal adanya massa ke Tanggulangin. Saat kejadian, saya masih di rumah sakit. Saya dan keluarga tidak ada hubungannya dengan itu,” ujar Wartono.

Dua Laporan Polisi, Satu Sorotan Publik

Kasus pembacokan yang dilakukan Aldi terhadap Wartono saat ini sudah masuk tahap penyidikan. Sementara itu, kasus penganiayaan terhadap FB yang masih di bawah umur masih dalam tahap pelaporan.

Polres Rembang telah menerima laporan resmi dari Ngatmi binti Sarjo (59), ibu dari FB, pada Rabu (25/3/2026) dengan nomor laporan STPL/ /III/2026/SPKT. Peristiwa pengroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di depan rumah seorang bernama Kornen, di tanah Desa Jambangan.

Publik kini menyoroti dua hal tegas terkait permasalahan ini

1. Proses hukum terhadap pelaku pembacokan (Aldi).

2. Dugaan pidana keterlibatan aparatur desa dalam aksi main hakim sendiri yang menimbulkan korban anak di bawah umur.

Redaksi//

Teropongbart.com

. (Zainuri)

Berita Terkait

‎Terbukti Menipu Pencari Kerja! Oknum Dede Kasma di PT ZMIK Deltamas Cikarang Buat Rekrutmen Palsu, Anton Fahyudi Terlantar Jauh dan Siap Lapor Polisi
Diduga Mengantuk, Truk Tangki Hantam Rumah Warga di Perbaungan Sergai
Tim URC Sergai Tangkap 2 Pelaku Pencurian Meteran Air
Tanpa Plat Nomor Tetap Dilayani — Truk Berjejer Isi Solar Subsidi Di Bawen, Supir Sebut Pemilik Armada GN, Pengawasan Dipertanyakan
Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
Tito Ahmad Dorong Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kepastian bagi Driver Online
vonis publik bukan putusan hukum! guru ngaji masih terduga dalam kasus pencabulan
Bersama Bupati dan Dandim 1015, Kapolres Kotim Pantau pembuatan Sekat Kanal di kawasan Bandara, cegah Karhutla meluas.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Wartawan Ditahan, Dugaan Pengedar Obat Keras Justru Lolos dari Jerat Hukum. Kapolsek Teluknaga Siap di Propamkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Hendak Menyerahkan Penjual Obat Keras Terlarang Daftar G, Lima Wartawan Malah Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Teluknaga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:31 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Kemenaker Kemenlu Perjuangkan TKW Libia Kembali Ke Indonesia!!!

Senin, 15 Juni 2026 - 17:40 WIB

ALPETARA Deklarasikan Gerakan Pelajar Cerdas dan Peduli Kamtibmas, Tolak Tawuran serta Narkoba

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:06 WIB

Tak Serumit yang Dibayangkan, Warga Kini Berani Urus Sertipikat Tanah Sendiri Tanpa Calo

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:07 WIB

Temui Gus Ipul ,Syah Afandin Perjuangkan Tambahan Bantuan Korban Banjir Langkat

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:23 WIB

Futsal May Day Cup 2026 Pelajar Se-Tangerang Raya: Stop Tawuran, Anarkis, Vandalisme dan Tolak Narkoba

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:17 WIB

IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Resmi Laporkan Intimidasi dan Ancaman Ke Polda Metro Jaya

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam

Jumat, 4 Sep 2026 - 23:55 WIB