Fraksi Gerindra Dukung Penuh Terbentuknya Badan Karantina Indonesia

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 28 Juni 2024 - 03:42 WIB

40200 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Anggota Komis IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Aceh II H TA Khalid MM menyebut fraksi gerindra mendorong dan mendukung penuh terbentuknya Badan Karantina Indonesia (Baranti) sekaligus anggaran untuk fasilitas canggih yang diperlukan, hal itu disampaikan TA Khalid dalam penyampaian pandangan fraksi mewakili Fraksi Gerindra Komisi IV DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV dengan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Pengendalian Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dan Kepala Badan Karantina Indonesia pada Kamis, (27/06/2024).

Rapat tersebut terkait agenda Membahas arah dan kebijakan tata kelola Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan serta Membahas Peralihan aset Badan Karantina Pertanian ke Badan Karantina Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fraksi Gerindra ingin menyampaikan sangat mendukung terbentuknya badan karantina Indonesia dan mendukung terbentuknya Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu hasil Kelautan dan Perikanan serta anggaran untuk menyediakan alat canggih dan fasilitas pendukung lainnya”, sebut TA Khalid.

Kami dari Fraksi partai Gerindra tambah TA Khalid, sangat mendukung itu anggaran untuk menyediakan alat spesialis dimaksud karena ini bagian dari benteng pertahanan negara, maka jangan main-main, Presiden mengeluarkan Perpes ini untuk memperketat pegawasan, kami siap mendukung keberadaan Badan Karantina Indonesia agar tidak gampang masuk dan tidak gampang keluar yang tidak diperbolehkan negara.

Hilangkan Ego Sektoral

Disisi lain TA Khalid menyinggung Ego Sektoral faktor terkendalanya pencapaian Baranti, menurutnya selama ini antar kelembagaan kita masih tolak tarik sektoralnya. Maka kami fraksi Gerindra perlu juga mendengar penjelasan apakah selama ini ada kendala terhadap proses badan karantina indonesia. (RED)

Berita Terkait

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar
Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah
NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN
LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan
PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL
USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA
DIduga Kades Kidal dan Perangkat Kongkalikong Rekayasa Dokumen Melalui PTSL Tanah Ibu Ila Demi Hasanah Terbongkar
Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:18 WIB

PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:23 WIB

Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:27 WIB

PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:52 WIB

Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:31 WIB

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:04 WIB

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:56 WIB

Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:03 WIB

75 AJB di Ujung Tanduk: Cap Jempol Milik Siapa? Dugaan Mafia Tanah Longkib Mulai Terkuak

Berita Terbaru

GAYO LUES

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:45 WIB